May 11, 2008

Seusai Talkin Bermadah Shahdu



"KU MERINTIH, AKU MENANGIS, KU MERATAP, AKU MENGHARAP"




KU MERINTIH- Seringkali laungan yang aku ungkapkan untuk diri ku sendiri, walhal kadangkala rintihan yang aku rintihkan ini menjadi suatu beban untuk diri ku sendiri. 'KEMANA PERGINYA JIWA, KEMANA PERGINYA PERASAAN' aduhhhhhhhhh...segala yang terungkai semua nya tak kesampaian untuk aku mengecapi apa yang aku inginkan. Segala perlakuan dah pengorbanan yang aku lakukan selama ini hanyalah sia-sia bak "mencurah air ke daun keladi". Aku pasrah dan aku berserah pada MU ya Tuhan yang Maha Esa. Hanya Engkau yang Maha Esa yang tahu, pandangilah langit malam dan siang, berdentumnya langit, mencurahlah air.




AKU MENANGIS- Lali sudah perasaan ini untuk menangis,'Tanpa air mata, Hati menangis' jiwa dan mata yang aku tahankan selama ni, akhirnya keluarlah air mata yang penuh seribu pengertian, penjenakaan yang selama ini aku lakukan untuk diri aku sendiri hanyalah suatu sandiwara yang tiada titik noktahnya. Mmmmmmmmmm..... mungkin benar insan berkata, tangislah sepuasnya, agar berakhirnya segala cengkaman yang menusuk jiwa mu.




KU MERATAP- Ratapan yang selama ini aku perlukan hanya lah sebuah satu gerbang yang memisahkan aku dengan dunia sebenar.Sedangkan alam yang terbentang luas ni lah menjadi petunjuk aku untuk mencari kebenaran dan peluang. Apa yang aku harapkan hanya lah PENANTIAN yang tiada kesudahan nya.




AKU MENGHARAP- Apa yang aku harapkan selama ini adalah terjadinya suatu keajaiban. Bukan nya aku meminta suatu keajaiban yang sebesar dunia, tetapi cukuplah keajaiban yang dapat aku membuka hati ku ini agar celik, dan dapat menggabungkan kehidupan aku ke alam yang lebih besar makna nya bagi aku.

1 comment:

Ad Rifza said...

Rintihan Tangisan Ratapan Pengharapan adalah dengan hikmahnya yang tersendiri...